Pengguna Internet Kejam?

Baca postingan ini dan merasa tertampar.
Gue sadar beberapa kali gue pernah posting dengan emosi (apalagi kalo udah menyangkut anjing). Mungkin udah saatnya lebih menahan diri ya.
Balik lagi, lebih baik refleksi diri, introspeksi apakah diri gue sendiri sudah baik hidupnya:-/

“Gimana ya, emang yang kita baca kadang cuma satu sisi, dan kalo yang nulisnya “pinter” plus orang nya itu udah bikin kita antipati kayaknya langsung refleks pengen ikutan nyilet.
Dengan baca tulisan ini jadi mikir, apa worth it kalo orangnya sampe jatuh ke titik terendah? Adakah untungnya buat gue? Kadang gue lupa orang itu gak hidup sendirian, ada pasangannya, ada anaknya, ada keluarganya yang gak bersalah yang ikut kena dampaknya. Mungkin gue cuma sekedar komen, sekedar share, ikut2an terbawa arus, tapi orang yang sampe down itu kehilangan segalanya dan gue bahkan gak perduli (atau gak mau tau). Kan bagi gue cuma tulis, share, lega, jalani hari hari kayak biasa tapi bagaimana dengan dia ya😦 “.
#bahanrefleksi

Maka penting banget untuk gue kroscek, telaah dan pahami lagi sebelum share.
Gak suka boleh tapi jangan sampe gue jadi kejam sama orang.

Ailtje Ni Diomasaigh

Pernah dengan tentang #HasJustineLandedYet? Hashtag ini muncul pada tahun 2013 setelah Justine Sacco, seorang PR dari sebuah perusahaan di New York menulis twitter yang offensive. Bunyi tweetnya saat itu seperti ini:

Justine Sacco

Twit itu dituliskan ketika ia sedang menunggu penerbangan lanjutan dari London ke Afrika Selatan. Ketika kemudian twit itu menjadi viral, karena dipopulerkan oleh BuzzFeed, Justine sedang berada di atas pesawat dan tak bisa membela dirinya. Wah bisa dibayangkan keriuhan yang terjadi di twitter, ancaman mati pun dilayangkan ke Justine. Tak lama setelah Justine mendarat, dia dipecat dari pekerjaannya dan dunia pun bersorak-sorak menikmati kemenangan. Satu penjahat virtual berhasil dilumpuhkan. 1-0.

Kasus serupa tapi tak sama baru-baru ini terjadi dengan Holly Jones, seorang penata rambut di Amerika yang marah-marah karena urusan tagihan di sebuah bar tempat dia merayakan tahun barunya. Holly Jones kemudian memuat keluhan di Facebook bar tersebut sambil ngomel-ngomel tentang pengalaman tak mengenakkan di bar tersebut apalagi ketika…

View original post 419 more words

21 thoughts on “Pengguna Internet Kejam?

    • Iya kebablasan non. Aku nih yang kadang kalo udah kesel dan gemes udah gak pikir panjang lagi buat share/posting di FB. Huhuhuh kayaknya mesti lebih kontrol diri ya

  1. Gw baca ini juga kepikiran mau reblog tadi May, cuma ga bisa reblog di blog gw. Dan iyes, selain gw jadi kepikiran buat hati – hati kok rasanya langsung juga mikirin gimana nasib orang yang gw siletin juga ya. Huhuhu.

    • Kenapa gak bisa reblog mas?
      Huhuhu emaaang, gue kan kalo lagi emosi ya kadang main share aja sambil bilang (dalam ati) “biar nyaho lo!”, setelah baca postingan ini baru kepikir deh. Reminder biar next time gue lebih ati2 ya. duuhhh

  2. Anonimitas, cuma tinggal ketik & pecet enter & online ngga bertatap mata dengan orang. Ini tiga hal yang buat orang gampang komen/pasang status/updates di internet.

    • Kadang bukan cuma anonim mba, gak anonim pun karena merasa gak kenal ya enteng aja buat share, komen, atau pasang status. Keinget temenku yang waktu nyamber jaya, dia gak anonim loh, cuma karena dia merasa gak kenal kenal banget kali, gak bakal ketemu ini, jadi sebodo amat gitu

    • Iya sih rasis Win, dan pas ngeliatnya juga kesel *hari gini rasis?!*…tapi apakah worth it kalo orang itu sampe mesti jatuh ketitik terendah dan literally kehilangan segalanya? Setelah melihat lebih objektif kok rasanya kejam banget ya. Semua orang pernah salah🙂

    • Iya, kayaknya sanksi sosial kalo orangnya udah minta maaf dan baru pertama berbuat (gak seperti abang Jonr* yang gemar menebar hoax dan status ga jelas tapi masih adem2 aja sampe sekarang) kayaknya layak diberi kesempatan deh. kehilangan pekerjaan atau sekedar kesempatan membela diri itu rasanya seperti dibunuh secara virtual.

    • Iya, kalo dipikir hukuman sosialnya agak lebay dan gak cukup sama maaf penyelesaiannya deh. Mesti sampe orangnya terpuruk baru anteng. Anarkis versi dunia virtual.
      Bener hati hati, bercanda juga ditakar

  3. kok aku bacanya bersambung ya mba maya… abis tulisan “ketika…..” di paling bawah gak ada tulisan read morenya… penasaran… *maafoot banget komenna*

  4. wah, gila, itu yang status di twitter itu rasis betul. saya sering ganting setting status facebook (untuk sendiri) kalo nggak enakin.

    oh iya, koq nggak bisa klik di lanjutan post nya ya mbak? salam kenal sebelumnya ya mbak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s