Featured Image -- 1895

Pekanbaru (Masih) Berasap

Cerita ini mengingatkan gue ke sodara sepupu yang ikut suami nya tinggal di Pekanbaru. Setiap hari dia mengeluh bertapa pusingnya menghirup asap (belum lagi kalo di barengi sama mati lampu). Saking sebel nya dia sampe bilang “gila ya May, dulu gue tinggal di Jakarta yang polusi nya udah akut aja gak ngerasa senelangsa ini”😦
Ikut sedih dengernya, apalagi inget keponakan gue yang masih kecil kecil itu tiap hari harus bermasker atau main di rumah aja demi menghindari asap.
Makanya gue dukung banget petisi mbak Lia ini. semoga Pekanbaru bisa segera bebas asap ya.

liandamarta.com

Beberapa hari belakangan ini, kondisi asap di Pekanbaru semakin menjadi. Asapnya tebal dan sangat mengganggu pernafasan. Asap ini juga bikin mata perih dan tenggorokan terasa kering. Tidak sedikit pula masyarakat Riau yang menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan) sebagai dampak dari kondisi asap yang kian hari kian memburuk ini. Informasi terakhir yang saya baca dari GoRiau, bahwa saat ini penderita ISPA di Riau bertambah menjadi 21.000 jiwa.

Siswa-siswa SD sudah mulai diliburkan. Kalo pun masih ada yang harus sekolah, mereka wajib menggunakan masker ketika belajar. Di kantor saya sendiri, seluruh pintu dan jendela ditutup agar asap tidak terlalu memenuhi ruangan. Kemana-mana menggunakan masker demi menjaga agar tidak terlalu banyak asap yang dihirup.

Jadwal penerbangan dari dan menuju Pekanbaru pun berantakan karena sangat berbahaya memaksakan pesawat take off atau mendarat di saat asap ‘mengepung’ Pekanbaru seperti yang terjadi saat ini. Berdasarkan data yang ditulis oleh Merdeka.com bahwa jarak pandang di Kota…

View original post 639 more words

5 thoughts on “Pekanbaru (Masih) Berasap

  1. Sedih emang May bacanya. Kemaren meeting ama orang dari Sg. Bete banget mereka ketawa-ketawa ngomongin ini karena tahu sebenarnya pelaku juga dari negara mereka, dih! *maap esmosi di sini..

    • Iiih emang nyebelin lah mas, tapi pemerintah kita juga kayak gak berdaya (atau cuek) ngadepinnya, tinggal lah rakyat yang ketempuhan😦

  2. Banget may.. temenku jg ikut suaminya di pekan.. sampe ngungsi balik ke jakarta saking sebulan penuh asep n anaknya uda sampe sakit.. parahnya lg krn bandara pekanbaru dah ditutup gegara kabut asap, dia sampe mesti ke bandara jambi, naik mobil lagi kira2 8 jam. Sekesel2 nya sama udara jakarta, di pekanbaru lebih ga enakin😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s