Rape is NOT a joke. Rape is NEVER a joke

Iseng memantau TL Twitter siang kemaren gue liat satu link  berita yang bikin gue marah ketika membacanya.

In case gak kebuka link nya, ini gue paste berita nya:

Senin, 14/01/2013 15:57 WIB

Seleksi Hakim Agung

Calon Hakim Agung Daming: Yang Diperkosa & Pemerkosa Sama-sama Menikmati

Danu Damarjati – detikNews
Jakarta – Fit and proper test calon hakim agung sempat diwarnai gelak tawa. Ironisnya, penyebab tawa itu muncul ketika membahas kejahatan pemerkosaan.

Pernyataan serius mengenai kejahatan pemerkosaan diajukan oleh anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Andi Azhar, kepada calon hakim agung Muhammad Daming Sunusi. Andi menanyakan pendapat Daming mengenai hukuman mati bagi pemerkosa.

“Yang diperkosa dengan yang memperkosa ini sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati,” kata Daming di Ruang Rapat Komisi III DPR, Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2014).

Atas jawaban Daming yang juga Kepala Pengadilan Tinggi (KPT) Banjarmasin ini, seketika gelak tawa dari wakil rakyat mewarnai suasana uji kepatutan calon ‘wakil Tuhan’ ini.

Daming menyampaikan bahwa dirinya setuju hukuman mati diterapkan bagi pelaku kejahatan narkoba dan korupsi. Namun dia tidak setuju jika hukuman mati diterapkan untuk pelaku pemerkosaan.

“Tentu kita harus pertimbangkan baik-baik jika hukuman mati untuk kasus pemerkosaan, harus dilihat dari kasusnya. Kalau kasus tertentu seperti narkoba dan korupsi saya setuju,” tutur Daming.

Dalam uji kepatutan tersebut, dia menyatakan seorang hakim harus menjaga independensi dan imparsialitasnya. Dia juga menganut hukum progresif, hakim bukanlah corong UU melainkan dapat memutuskan perkara menurut kebijakannya sendiri ketika undang-undang yang ada tidak mencukupi lagi.

Usai fit and proper test, Daming ditanya lagi oleh wartawan atas pernyatan pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama enak. Daming berkilah jawaban tersebut untuk mencairkan suasana.

“Saya lihat kita terlalu tegang, supaya ketegangan itu berkuranglah. Tadi kan ketawa sebentar,” jawab Daming.

Pas gue selesai baca, gue marah & muak sih. Negara sakit dengan pemerintahan yang sakit. Seorang calon hakim agung bisa mengeluarkan statement model begitu kan sakit namanya. Gue kebayang kalo *amit amit* gue jadi korban perkosaan, pasti gue sakit hati banget pas banding ke MA ternyata pemerkosa nya cuma dihukum ringan karena si hakim agung menganggap gue sebagai korban juga “menikmati” di perkosa. WTF!😡

Pemerkosaan bukan bahan becanda, itu sesuatu yang serius yang menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian terutama bukan cuma bagi korbannya tapi juga bagi keluarga korban. Perkosaan bisa menimpa siapa aja, tapi khusus perempuan, peristiwa itu seperti “membunuh” perempuan pelan pelan. Tolong berempati lah & JANGAN pernah menyalahkan korban!

Gue gak pengen liat bapak Daming Sanusi itu cuma minta maaf. Gue sebagai perempuan & warga negara Indonesia, menolak punya hakim agung semacam itu. Orang itu gak pantas jadi hakim karena gak punya hati nurani😦

Please siapapun yang mampir ke blog gue baik sengaja maupun tidak sengaja, sepakat dan sepaham kalau Rape is NOT a joke. Rape is NEVER a joke bisa tandatangani petisi ini.

Semoga Indonesia bisa diselamatkan dari “sampah masyarakat” model begini😡

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s